Feel Free For a Donation

Interview

Jimmy Mahardhika (Seek Six Sick) Berbicara Tentang Suara-suara Eksperimental Dari Kebun Dan Ruang Bawah Tanah Rumahnya

Karena kebanyakan orang itu takut bahagia, dan kebahagiaan itu ternyata adalah jadi diri sendiri apa adanya.” (Jimmy Mahardhika)



1. Apa kabar anda dan Seek Six Sick?
Baik mas

2. Saya sempat mendengar Seek Six Sick beberapa kali tampil dalam format reuni, seberapa serius format tersebut?
Hahahaha, saya tidak tahu seberapa serius format reuni bagi saya. Setiap pertemuan bagaikan reuni bagi saya, karena orang yang pernah membantu dalam bermusik di SeekSixSick banyak sekali, keluar masuk, dan pada dasarnya SeekSixSick hanya berdua saya sama Soni. Jadi bila ada teman yangg dulu main musik lagi, saya anggap reuni ajalah, dan juga masih memainkan lagu-lagu yang lama.



3. Antara lukis dan musik, rupa dan suara, Apollonian dan Dionysian, apa yang hendak anda sampaikan tentang dua kesenian yang anda jalani ini?
Antara seni rupa dan musik saling mempengaruhi satu sama lain bagi saya, ada kalanya sebuah gambar bisa bersuara ketika saya melihatnya atau sebuah musik memunculkan gambar dalam benak  saya. Apa yang saya sampaikan? Saya sendiri kadang tidak tahu apa yang saya sampaikan, tapi kadang saya ingin menyampaikan sesuatu dari dua media tersebut, walau yang keluar kebanyakan adalah hal yang tak terduga.

Karya Lukis Jummy Mahardhika di salah satu event musik


4. Tahun 2006 (kalau tidak salah), anda sempat merilis album solo : JIMMY MAHARDHIKA “One World Order” dibawah bendera net label Yes No Wave,  ceritakan tentang proyek solo anda
Hampir 9 tahun yang lalu ya hehehehe, harusnya sudah berkarya lagi nih. Ok pada waktu itu saya mulai tertarik hal-hal spiritual, enlightment, cahaya, kesadaran kolektif dan perubahan jaman, dan saya curahkan hal ini dalam solo saya. Kira-kira seperti itu mas.

Album Solo JIMMY MAHARDHIKA “One World Order”


5. Sekali lagi, koreksi apabila saya salah, pada fase seperti apa, hingga akhirnya Seek Six Sick bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayang Sonic Youth (SY) sebagai influence kental di masa awal-awal karirnya?
Saya rasa SeekSixSick tidak akan melepas bayang-bayang SY, karena itu adalah cinta pertama. Saya rasa kita sepakat bahwa tidak pernah melupakan pacar pertama kita hahahah (maaf, mas saya ga pernah pacaran –red)

6. Ceritakan sedikit dong, tentang proyek sound dari kebun dan ruang bawah tanah anda
Oh ya itu adalah gabungan proyek dari video dokumenter Kebun Binatang (Rully Shabara dan Panca) dan saya. Ide awalnya adalah membuat ruang bagi musisi untuk sekedar jamming dari berbagai genre, tanpa ada konsep atau tema spesifik, hanya bertemu dan main bareng. Para musisi yang tampil tentu dikuratori terlebih dahulu. Penonton bukan hal utama diacara ini, makanya tanpa publikasi. Publikasi hanya untuk output acara berupa rekaman dan video youtube.
Diharapkan dari acara ini musisi yang belum saling mengenal bisa memunculkan ide-ide baru, juga memberi kesempatan yang muda untuk main dengan yang lebih tua, tidak ada yang lebih, egaliter
Tidak melulu musisi experimental, tapi kebanyakan bila salah satunya main noise yang lain kepancing hahahaha
jadinya experimental
Rencana kalau sudah 10 kali baru diadakan acara terbuka bagi khalayak


Eksperimen sound di pekarangan/kebun Jimmy Mahardhika

Eksperimen sound di ruang bawah tanah (basement) rumah Jimmy Mahardhika




7. oke mas, apa yang hendak anda sampaikan terhadap scene grunge tanah air, seperti bla bla bla believe that hero, atau semacamnya haha
Karena kebanyakan orang itu takut bahagia, dan kebahagiaan itu ternyata adalah jadi diri sendiri apa adanya. Jadilah diri sendiri, seberat apapun itu, kamu akan hidup sehat bahagia dan tidak mati. Hahahaha ok makasih mas sudah diajak sharing, salam dari Jogja, kalo ke jogja mampir lah hehehehe


Siap mas, terima kasih, Jogja selalu menyenangkan hati saya

Ngobrol Dengan Jahlo Gomes (Lajur Kiri; Matius III;II) Tentang Scene Grunge Lokal yang Harusnya Masih bisa Diselamatkan, dan Wacana Kembalinya Lajur Kiri.




"Lajur Kiri adalah cairan adrenalin dan  MTAD adalah kepalan tangan"  (Jahlo Gomes )






1. Bagaimana kabar? Apa yang anda dengarkan terakhir2 ini?

Halo mas Yoyon ,kabar baik bisa ngobrol & menjalin komunikasi dengan anda.Saya lebih banyak mendengarkan Dead Kenedys ,Danzig dan band2 DBeat seperti Wolfbrigade / Disfear mas.

2. Tentang penampilan Lajur Kiri di Clash of 99, ada apa ini, reuni, atau kebangkitan kedua?

Lajur Kiri sudah vakum hampir 10tahun, ada kesempatan dimana kita bisa reunian dan bersenang senang di acara Clash of 99, sekedar mengobati rasa rindu dengan teman-teman dan berkumpul kembali mengulang masa-masa muda ,tidak lebih. Tapi ada beberapa bahasan dari para personel untuk merekam ulang lagu-lagu lama dalam format kaset dengan recording baru, hanya sebatas wacana saja sih, disamping para personel yang susah berkumpul dan sibuk dengan aktivitas masing-masing , sepertinya akan hanya sebatas wacana saja hehehr


Penampilan Lajur Kiri di Clash of 99



3. Band baru anda, Matius III;II, anda ingin sesuatu yang baru, yang bisa memenuhi kebutuhan anda saat ini, atau apakah anda sudah menyerah di scene grunge lokal?

Proyek MTAD ( Matius 3 ayat 2 ) memang proyek serius saya ,disini kita bermain di genre Industrial punk, notabene semua personel memang menyukai punk ,dan kita sudah ada album full , konsep ini yang kita pertahankan, dan tidak ada hubungan dengan scene grunge lokal ,kita bukan bagian dari mereka secara scene ,tapi kita tetap berteman baik hehehe

4. Apakah scene grunge lokal masih bisa diselamatkan? Kalo bisa diselamatkan, langkahnya seperti apa? Kalaupun tidak, seperti apa seharusnya scene ini?

Harusnya bisa mas, mereka punya band-band yang sudah lama bertahan dan ada yang sudah mempunyai album ,seperti Sporadic Bliss ,sedangkan yang lain sepertinya masih hanya bermain main dan tidak serius, mereka harusnya mulai serius menggarap album, memasarkan merchandise, memanage scene lewat media sosial mungkin, hanya Sporadic Bliss yang masih tersisa dan bertahan ,mereka butuh dukungan dari scene sendiri ,yang notabene sekarang sudah mulai pudar ,sangat disayangkan


5. Bagaimana rasanya kembali bermain "grunge" bersama Lajur Kiri? apa ada perasaan yang sama? atau ada sesuatu yang hilang dari masa-masa tahun awal 2000an?

Sangat menyenangkan mas, meskipun dengan kondisi yang seadanya ,kita mampu membangkitkan atmosfer masa-masa muda kita dulu ,kalo sudah dalam pengaruh alkohol sepertinya jiwa kita kembali ,tapi kembali lagi kenyataannya kita tidak bisa mengulang karena kita punya aktivitas masing-masing yang mungkin lebih penting untuk keluarga hehehe Tapi kita kadang-kadang masih sering berkumpul, sebatas beer dan candaan saja.

6. Kalo anda membayangkan lajur kiri dan matius III;II adalah bagian/organ dalam kesatuan tubuh anda, maka bagian tubuh yang mana posisi masing2 band tsb dan kenapa?

Lajur Kiri adalah cairan adrenalin dan  MTAD adalah kepalan tangan ,semuanya saling berhubungan kepalan tangan kemarahan di picu oleh adrenalin yang notabene trigger untuk keberanian menyampaikan pesan di lagu-lagu kita. Seperti lagu "Bersama Api Kita Lawan" milik Lajur Kiri yang di kover ulang oleh MTAD ,semangat dan Anthem lagu ini menjadi kesatuan dalam pemberontakan.


Matius III ayat II aka MATD III;II


7 apa project paling dekat?
.
Klo saya menikah mas hehehe
(gambar emoticon jempol-red)







Grungee Jumping Reborn
Wawancara oleh Ayos Purwoaji diambil dari NewsLetter C2O edisi ke 35



Beberapa waktu lalu saya mencoba mengontak Bung Yoyon untuk interview perihal rencana penerbitan zine barunya yang berjudul “Grungee Jumping” di c2o Library pada tanggal 3 Juli 2013 mendatang. Karena kesibukannya sebagai seorang abdi negara, maka Yoyon hanya dapat ditemui di chat FB saja pada waktu malam. 

Ayos (A): Hola bung!

Yoyon (YY): Gw sambi kerja yes, lembur nih…

A: Mas bisa pindah chat di YM nggak? Biar bisa di-save ngobrolnya…

YY: Dah lama nggak YM-an, bentar berusaha mengingat password-nya… Maklum pake email lama…

Tiga menit kemudian

YY: Saya sangat-sangat pelupa, efek kopi campur analgin dan methorpan waktu muda dulu. Bahkan saya lupa hari ini ultah perkawinan, untung nyonya nggak marah! Hahaha…

A: Okelah Bung, lanjut di sini wae…

YY: Iya nyerah Bro, cuma inget alamat emailnya: kleptoopera@yahoo.com

A: Antum sudah siap diwawancara ya?

YY: Jangan sadis-sadis ye…

A: Oke pertanyaan pertama: apakah antum sudah pernah mencoba bungee jumping?

YY: Gak berani! Saya naik roller coaster aja muntah…

A: Lantas kok berani-beraninya menamai zine terbaru ente dengan judul "Grungee Jumping" yang nyata-nyata mengambil analogi dari bungee jumping heh?

YY: Zine itu kan cuma bangun dari hibernasi saja… Sejarahnya, Grungee Jumping itu dulu proyek album kompilasi di awal tahun 2000an. Yang ngikut antara lain Sajama Cut, Klepto Opera, Snorg, Napkin, dan band-band seperti seperti itu lah… Masa-masa awal perjuangan musik miring. Dulu kan yang namanya rekaman mentah itu benar-benar rehearsal. Dibuat di studio-studio murah, rekaman pake tape recorder… Terus proyek itu berhenti, baru muncul lagi ide untuk bikin lagi dengan format yang beda (zine, Red.)

Kalo masalah penamaan sih balik lagi ke kultur sinisme grunge. Apa sih yang paling diinginkan namun tidak banyak yang berani melakukan? Gantung diri tentu saja. Karena itu dipelesetkan secara sinis dari bungee menjadi Grungee Jumping.

A: Selain format, apalagi yang membedakan Grungee Jumping di awal 2000 dengan yang hari ini?

YY: Beda yang paling menonjol sih semangatnya. Dulu ibaratnya gotong royong agar sama-sama didengar. Kalau sekarang lebih ke having fun saya rasa. Berkarya untuk bersenang-senang.

__________
Mengingat sebagian besar eksponen skena musik grunge generasi 90-an sudah berkeluarga, pantaslah bahwa zine ini merupakan sebuah kegiatan untuk mengisi waktu luang belaka. Sejak menikah dengan Eka Rina Wahyuni dan hadir dua anak dalam kehidupan mereka, hidup Yoyon memang tidak sebrutal masa mudanya. “Dulu tempatku nongkrong di Bioskop Mitra, Balai Pemuda, mabuk-mabukan, terus minta makanan sama minuman orang-orang yang nonton, ngumpulin roti-roti yang gak kemakan di kafe-kafe sekitar situ. Kalo midnite kami dapet nonton gratis, tapi di depan gak boleh duduk di kursi. Cuman yah rada percuma, karena mabuk jadi gak tau itu film apa...”

Namun kehidupan berkeluarga yang mapan bukan penghalang bagi idealisme Yoyon dalam menulis dan bermusik. Sebelumnya, frontman Klepto Opera dan Ballerina’s Killer ini sudah menghasilkan tiga buah buku. Pertama adalah novel berjudul “Apostolik” yang terbit pada tahun 2004. Saat itu dicetak terbatas dan hanya beredar di beberapa outlet kecil seperti Omuniuum dan Tobucil. Tapi novel ini tidak berumur lama, dibredel lantaran temanya yang sensitif dan menyinggung agama. "Padahal waktu nyetak modalnya pinjem emak, gak balik deh..." kata Yoyon.

Buku kedua “Memulai Band Indie” terbit pada tahun 2009 dan sempat didistribusikan pada toko buku arus utama. Sedangkan buku ketiga “Grunge Indonesia Still Alive: Catatan Seorang Pecundang” kembali diterbitkan dan didistribusikan secara swadaya melalui jejaring komunitas grunge di seluruh Indonesia. Pada buku ketiga ini terlihat jelas bagaimana pandangan dan kritik Yoyon terhadap perkembangan skena grunge di Indonesia. Gaya menulisnya tanpa tedeng aling-aling ala Suroboyoan sempat memantik kesalahpahaman bagi para penggiat skena grunge sendiri. Tidak banyak orang yang mampu memahami tulisan Yoyon yang kerap dibumbui diksi berbau satir dan sarkasme. “Dulu sempat mau dicari dan dipukuli segala,” kata Yoyon.   

Yoyon tidak pernah berhenti menulis, terutama kegelisahannya terhadap musik grunge hari ini. Tulisan tersebar di Facebook dan beberapa blog. Zine yang akan terbit sendiri mulanya adalah kumpulan tulisan Yoyon yang muncul dalam blog grungeejumping.blogspot.com. Sebagian besar merupakan hasil obrolan dengan, "Beberapa orang yang nyambung, macam Atthur (Razaki) Taman Nada," dan yang patut dicatat,"bahwa ide-ide saya tetap sama seperti dulu yaitu mengembalikan grunge ke rootnya alternative music, yang mana, ibarat taman yang luas, tidak ada sudut gelap dan mati."
__________

A: Sepertinya zine ini nantinya masih tetap menyajikan wacana kritis seperti tulisan-tulisan Bung yang sebelumnya ya…

YY: Itu maksudnya… Ayo berani bicara! Apa sih yang ditakutin? Kalau intimidasi dari (anak-anak) scene mah dari dulu juga selalu ada.

A: Hahaha mantap! Salah satu tulisan yang bakal terbit di edisi perdana berjudul "Bagaimana Apabila Grunge Hanyalah Sebuah Era dan Bukan Genre?" Bung sendiri condong yang mana?

YY: Jawabannya sudah disimpulkan di blog mas, silahkan dibaca dulu. Di mana setelah melalui perdebatan yang puuuanjang akhirnya disimpulkan bahwa… semuanya benar dari sudut pandang masing-masing.

A: Kalo di blog kan hanya pendapat orang-orang. Kalo menurut Bung sendiri gimana? Grunge itu genre atau sebuah era?

YY: Saya lebih setuju kalau grunge itu adalah era. Tapi itu bukan poin yang penting sama sekali. Intinya, keluarin semua wacana-wacana yang selama ini buntu. (Saya berharap) semoga kedepannya selalu ada wacana seperti itu. Mungkin edisi berikutnya debat lagi: "Kenapa sih acara grunge selalu sepi?" Nah itu nanti berakhir pada ujung, kembalinya grunge ke root awalnya. Jadi grunge gak sempit, melainkan sebuah tempat berkarya yang luas.

A: Lantas mengapa memilih balik ke medium cetak? Apakah Bung percaya bahwa media cetak masih berumur panjang?

Sebelum dijawab, Yoyon menginterupsi percakapan dengan berteriak girang,"Waaa saya ingat password-nya YM!"

A: Aish telat bro!

YY: Hahaha, lanjut di sini saja ya… Sebenarnya bukan cetak, zine ini lebih awal dari masa cetak. Ini Zine fotokopian dengan sistem layout sobek-tempel sebelum photoshop hadir di muka bumi.

Tiba-tiba...

A: Mas sik sik, c2o arep tutup iki, nanti sambung lagi yes. Fakir Wi-Fi iki...

YY: Hahaha sip, aku sampek bengi kok!

Dan sampai draft wawancara ini selesai ditulis percakapan kami tidak pernah berlanjut. Sebagai sepasang narasumber dan pewawancara kami selalu mendapat takdir tlisipan; saya online, Bung Yoyon tidak. Bung Yoyon online, saya tidur. Jadi, silahkan ditunggu saja rilisan zine ala bapak-bapak yang masih taat pada jalan grunge yang diberkati ini! []

                                                                           



                                                                               ********







INTERVIEW DENGAN Andina Putri (Becuz) TENTANG:   Grunge Girl dan seberapa besar peranan mereka terhadap skena grunge di Indonesia.





1. Apa kabar ndin, kalau tidak salah kita terakhir ketemu di acara grunge Solo tahun 2001-2002? lagi sibuk apa? cerita dikit dong tentang Becuz

))) baik yon..., kmu apa kabar? iya ya... terakhir ketemu klo ga salah di gdg. silat melati Solo ya? hehehe...
aku lg sibuk cari kesibukan..., jadi ibu rumah tangga juga..., anak nongkrong juga, freelance di houtenhand coffee & beer plus msh aktif d Becuz.
Becuz itu band suka-suka… kita suka music berharmoni tapi berisik, kita suka nyanyi sambil makan keripik…, kita juga suka ngopi sampe pagi sambil ngeciwis…



2. Apa yang kamu dengerin akhir-akhir ini?

)) lg seneng dengerin joan jett,L7, SonicYouth, Frau, Soko sama dengerin suara sendiri di Becuz
pada dasarnya musik apapun aku dengerin kok, walau ga begitu update krn kesibukan,,,

3. Ini menurut opini personal kamu, seperti apa menurutmu, grunge girl saat ini? apakah mereka cukup rrrrioott?

))) nah ini.., grunge girl itu cewe grunge ya? hahahaha
saya tidak begitu memperhatikan definisinya..., karena saya menganggap boys n girl itu sama esensinya..., persetan dengan apa yg media katakan ttg kamu harus gimana dan harus "berdandan" seperti apa, just be your self..., balik lagi kpd attitude dan apa yang kamu pahami ttg grunge tanpa berpikiran sempit yg nantinya malah bikin stuck dan ga berkembang...
riot?? di beberapa gigs mereka cukup riot..., seru sih.., tapi semoga di imbangi dengan karya dan wacana yang seimbang tanpa harus hanya sekedar ikut2an...

4. Apa sih menurutmu sumbangsih para grunge girl ini terhadap perkembangan skena grunge?

))) lumayanlah buat cuci mata...  di samping itu dengan adanya cewe di scene ini bisa menghadirkan angin segar dalam berkarya dan berwacana.., krn selama ini dominasi karya kan cowo semua.... jadi cewe bisa berkarya dan berwacana walaupun kadang di lihat dari sudut pandang wanita...

5. Dari kamu sendiri, kerepotan engga mengurus kehidupan dan masih ngeband? pengaruh gak terhadap berkurangnya waktumu bagi keluarga dan segala kebutuhannya?
))) saya bersyukur masih bisa meluangkan waktu untuk becuz di sela2 kesibukan lainnya.., dan saya rasa anak2 Becuz yang lainnya juga setengah mati ngatur jadwal biar ga bentrok sama kesibukan masing2..
klo pengaruh ya sedikit banyak pasti berpengaruh, tpi tinggal bagaimana cara kita bagi waktu dan merayu-rayu... 

6. Apa rencana ke depanmu bersama Becuz? 

))) rencana ke depan bersama Becuz adalah mempersiapkan album pertama kami yg berisi karya2 yg selama 9 tahun ini hampir busuk dan berkarat…. konsep sdh ada tinggal tunggu ilustrasi lirik layout dll..
Dan semoga kami masih bisa tetap solid dalam berkarya sampai kami benar2 sudah tidak mampu lagi berkarya… entah itu krn factor umur ataupun kondisi fisik…

7. Apa yang hendak kamu sampaikan terhadap anak-anak grunge terutama buat para grunge girl?
Teruslah berwacana dan berkarya apapun bentuknya… tetap berpikiran terbuka, karena dunia tidak selebar daun mint…
Jangan mau termakan ideologi ataupun doktrin mentah yang akhirnya bikin kamu ga berkembang…, jadilah dirimu sendiri… influence itu penting, tapi bukan berarti kamu harus menjadi seperti mereka.
tariklah benang merah…, krn ini bukan sekedar masalah music, tapi juga jiwa…
dan kamu sendiri yang menentukan musikmu seperti apa dan jiwamu lari kemana….
Dan buat cewe2 nih…, kok mau sih jd grunge girl? Bukannya cowo metal n punk sekarang lebih keren2 n ganteng2??? Hahahahaha….
Salut deh buat kalian…, walaupun mgkn awal2 kalian hanya sekedar ikut2an dan cari temen nongkrong, besar harapan saya adalah kalian terus belajar, berwacana dan berkarya…. Take care of yourself..
Karena lelaki tetaplah lelaki….
Salam sakit hati…, mari merayakan kebisingan…


  • ***TERIMA KASIH***








    INTERVIEW DENGAN Zhygoth Gugurbunga TENTANG:   Belajar Survive dari Segala Kondisi, Mempelajari Karakter Kawan dan Banyak Renungan di Jalan





    1. Apa kabar dirimu dan Gugur Bunga Goth?
     Alhamdu-Nya, saya masih tetap sehat dan makin chuhbby + buncit juga dan kawan-kawan Gugurbunga tetap kompak dalam pergerilyaan bawahnya bawah tanah.

    2. Gugur Bunga sejauh ini sudah perform dimana aja selain di Jakarta?
    Surabaya, Sidoarjo, Krian, Kediri, tretes, Pati, Semarang, Kuningan, bandung, Sukabumi, cikampek, Karawang & Jabodetabek pastinya.

    3. Ceritain dong, pengalaman kalian numpang-numpang truk dan kereta yang fenomenal ituh (termasuk disanguin dinsos) keren, fenomenal sekali itu?
    Hahaha, Sebenernya ini cerita yang sangat tidak keren sekali mas...
    Pernah waktu saya bareng kawan-kawan mau numpang kereta barang dari stasuin Priok, karna sebelum naik kereta kita udah "Mbledos" duluan, akhirnya kita salah naik kereta, bukannya sampai kesurabaya, malah sampainya ke Cilegon - Banten, padahal kita udah tahu kalo itu adalah kereta yg salah, tapi yakin usaha sampai, haha...
    Perjalanan sampai terus ketimur dan sebaliknya, ga jarang kita terdampar ditempat yg kita ga tahu namanya apa, entah tengah hutan, desa atau kota dengan orang-orang yang bingung ngelihat kita.
    Kami pernah diturunkan paksa dari kereta barang di stasuin Prujakan - Cirebon, alhasil perdebatan yang panjang lebar dengan petugas, akhirnya kita sebagai penumpang gelap yang sadar diri akhirnya kita kalah debat, tapi mereka bilang "kalo kehabisan ongkos ke Dinsos aja". dengan catatan harus punya KTP /(-..-)\. salah satu dari kita ga punya KTP, ga kehabisan akal akhirnya kita ke POLSEK buat bikin surat kehilangan dompet palsu, berhubung kita berspekulasi sangat keren waktu itu, akhirnya dapet juga surat kehilangan dari Polisi yang baik hati. Langsung dari POLSEK tadi kita berangkat ke DINSOS dengan angkutan bak gratis, sesampainya disana, kita mandi sambil luluran dikasih sangu + Surat jalan dengan judul "Pemulangan Orang Terlantar". dengan surat sakti itu kita bisa naik angkutan layak dengan gratis, karna takut malah membebani pak supir dan awak bisnya kita baliknya tetep naik truk sampai jakarta. "Selamat Mencoba"

    4. Apa yang elo rasa, telah elo dapatkan dari semua petualangan tersebut?
    Kita merasakan kebebasan dalam kebersamaan, bisa menjengkal jauh jarak dengan langkah kaki, bertemu orang-orang dengan berbagai kulktur dan sifat, bersilaturahim dengan kawan-kawan dan calon kawan, belajar survive dari segala kondisi, mempelajari karakter kawan dan banyak renungan dijalan.

    5. Jika bisa memilih, kamu penginnya Gugur Bunga itu berjalan ke arah mana?
    Saya pribadi pengennya Gugurbunga bukan dianggap sebagai band, tapi sebagai penyambung benang merah ketika titik-titik jarak menjadi pemutus, scene grunge butuh pemersatu, saling bergerak dengan apa yang dimampu untuk satu tujuan, "ketika aku, kita & mereka menjadi kami" disitu inti kekuatan dalam berkomunitas, dari lingkaran kecil untuk lingkaran besar untuk musik Grunge dengan kekuatan berkomunitas.
    Nuhun Goth..
  • Rabu











Benang Merah Antara Grunge, Noise, Nirvana dan Earth

INTERVIEW DENGAN Martinus Indra Hermawan
oleh Tokoh Antagonist



berikut adalah cuplikan wawancara singkat dengan Martinus Indra Hermawan atau yang akraab disapa Indra Menus frontman dari band To Die, berbicara tentang hal-hal yang bersangkut paut antara Noise dan grunge dan dimana benang merah atau jembatan yang mempertemukan mereka.

1. Apa kabar mas, sedang mengerjakan proyek apa sekarang?

hallo mas bro di sana. kbr baik setelah bed rest tipes kemaren hahaa (malah curhat). utk proyek kebetulan saya sedang intens ngerampungin beberapa rilisan tape di label saya, Relamati Recs. kalo utk band, bersiap recording band drone/noise saya ThreeBlackDotsInTheBrackets (((...))) utk split dg Oath (Bdg). To Die sedang menyiapkan materi boxset 3 tape. Juga nyiapin Zine Fest bulan Juli nanti. Ngurusin beberapa band yang mau tour ke Indonesia dan jg sibuk sbg daily shitworker

2. Gini mas, menyambung obrolan kita tempo hari. saya rasa anak grunge juga pada penasaran, ceritakan sedikit dong benang merah antara grunge, noise, Nirvana dan Earth

waduh,kebetulan kalo Grunge, pengetahuan saya mentok sbg fans Eddie Vedder dan PJ hahhaha. Mungkin benang merah nya adalah karena personel Earth, Dylan Carlson itu adalah "dokter narkoba" nya Kurt Cobain juga sebagai orang yang membelikan senjata untuk bunuh dirinya Kurt. jadi mereka deket secara personal bahkan mereka juga bikin semacam kolaborasi di lagu Earth "divine and bright" yg di rekam oktober 1990 dimana Kurt jadi vokalis tamu nya. Secara musikalitas mungkin karena kalo kita dengerin lagu2 atau (lebih kentara lagi) lihat performance dari band band Grunge, banyak terdapat elemen Noise di situ seperti feedback yang berujung pada noise sound, raw sound, smashed equipments dan lain lain. Makanya secara alamiah banyak yang berasal dari skena Grunge yang kemudian menyukai Noise dari kesamaan estetika tadi.

3. Jika ditarik kesimpulan, seandainya, Kurt Cobain tidak berteman dengan Earth dan Sonic Youth maka musik punk tidak akan menjadi seaneh dan seberisik itu, bukankah dulu juga sudah banyak punk yang berisik, mengapa itu tidak lantas identik dengan grunge?

Iya, kalo di runut sih sudah ada beberapa band US Hardcore Punk yang memasukkan elemen Noise ke dalam aransemen mereka, taruhlah Void (1980) dari washington D.C atau bahkan Flipper (1979) dari San Fransisco yang banyak mempengaruhi band band Grunge di kemudian hari (misal: The Melvins), Noise Rock bahkan Sludge dengan brand Punk Rock mereka yang di mainkan dengan tempo sangat pelan. Masalah identifikasi mungkin karena band band yg saya sebutin tadi tidak di kenal secara luas oleh media yang otomatis berita tentang mereka kurang ter-ekspos. dan kita tahu gimana masif nya media dengan identifikasi Grunge itu = Nirvana = Kurt Cobain.

4. Apakah noise itu harus identik dengan image tertentu?

menurut saya sih enggak, maksudnya semua jenis Noise, baik musik maupun artis nya nggak selalu identik dengan satu hal saja tapi bisa ber macam macam, tergantung posisi si artis tersebut dalam memandang Noise itu sendiri. ada yang mengidentifikasikan Noise dengan Art, ada juga yang mengidentikkan dengan Hipster (Prurient misalnya). ada yang identik dengan hal hal semacam bondage (Merzbow), orgy dan gore image (Sodadosa) dan lain lain.

5. Saya pusing mas, otak saya gak sampe. Wawancaranya segini dulu. terima kasih banyak waktunya.
silahkan beri saya pertanyaan


hahaha sama sama mas bro. saya punya pertanyaan yg seru neh mas, merujuk ke obrolan kita dulu. menurut mas, bagaimana dengan pendapat bahwa Noise itu mesti ada aturan nya? semisal kita mesti ngerti filosofi2nya atau bagaimana membuat aransemen Noise yang rapi/teratur. mari kita ngopi dan ngobrol

           Bagi saya Noise itu spontanitas, atau mungkin saya menganalogikannya begini, semacam refleks dari bebunyian dengan emosi spontan kita saat itu, karena memang saya tidak pernah mengkonsep. setiap sepuluh menit sebelum saya perform, saya memandang ke arah panggung, bertanya "suara apa yang akan timbul nantinya", saya tidak tahu, mengalir begitu saja.






INTERVIEW DENGAN ADITH ARPAPPEL
oleh Tokoh Antagonist





ini review yang sedikit dan singkat dengan salah satu oknum dari Jogja Noise Bombing, atau sedikit dari sebegitu-banyaknya anak grunge yang menyukai noise.

bagaimana kabar scene di jogja
Scene di jogja sangat beragam genrenya kita saling suport satu sama lain.kalo scene grunge di jogja sendiri mengalami kemajuan yang sangat pesat setelah mati suri bebrapa tahun

bagaimana asal muasalnya anda bisa ikut terseret ke "noise"
menurut saya, asal mula saya terseret ke dunia noise karena saya hampir tiap bulan nonton yes no klub Di situ banyak orang2 yg membawa alat2 aneh2 dan saya mulai tertarik kedalam untuk membuat dan memainkan suara2 aneh tersebut.

cerita dong, proyekan anda dengan indra menus to die
Proyekan kami sebenernya proyek kagol piknik..karena kita mau piknik gak jadi dan sudah kumpul,dan akhirnya kita memutuskan untuk masuk studio langsung saja kita memainkan alat masing2.akhirnya jadilah ThreeBlackDotsInTheBrackets (((...)))

menurut anda sebatas mana perbedaan signifikan antara grunge dengan noise
Hahah
menurut saya noise itu nekat dan grunge masih ada alur musiknya. 

mengapa anak-anak grunge kebanyakan salah kaprah menganggap bahwa grunge harus selalu identik dengan noise
Mungkin karena kebanyakan grunge berkiblat kurt cobain dan kebetulan pula kurt cobain suka memainkan distorsi,akhirnya pendapat mereka grunge harus noise.

sebenarnya mana yang benar, noise adalah sebuah sub, ataukah grunge yang sebenarnya sub, atau semuanya berdiri sendiri?
Grunge adalah sebuah sub.

oke, terima kasih banyak atas waktunya.
extra: beri saya tiga pertanyaan apa saja

3 pertanyaan:

Kenapa keleptoopera memainkan noise?
sumpah.. kami bodoh, gak bisa main musik dengan benar

Kapan anda mulai tertarik noise?
tidak pernah.. saya main noise agar orang lain terganggu dengan aktivitas saya tersebut, saya senang karena itu

Bagimana anda menbuat alat2 noise yg sangat keren?
prinsipnya.. semua benda yang bergetar kalo diberi spul/pick up pasti berbunyi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar