Senin, 10 Agustus 2015

Klepto Opera Rilis Single Terbaru "Ode Untuk Yang Tersisa (Demo Version)".





Grungee Jumping.

   Klepto Opera akhirnya merilis single pertama untuk mempromosikan album terbaru yang sampai saat ini belum ditentukan judul albumnya. Single ini berjudul "Ode Untuk Yang Tersisa" dengan kualitas demo, sebelum memasuki proses mastering.
    Single ini merupakan sebuah ode bagi mantan vokalis mereka Benny Benhur yang meninggal dunia Oktober tahun lalu karena diabetes.

     Proses perekaman single "Ode Untuk Yang tersisa"

       Single "Ode Untuk yang Tersisa" mempunyai sound yang vintage, mentah dan gelap namun easy listening.


     Proses pembuatan video "Ode Untuk Yang Tersisa".
    

Selasa, 23 Juni 2015

Ananta Rizky Pramudya : Antara Seni Rupa, Grunge dan Kurt Cobain

Biasanya kegelisahan itu datang ketika saya harus ikut merasakan bahkan memasuki rongga-rongga kehidupan Kurt Cobain yang penuh dengan permasalahan. Yang kadang mempunyai cerita kehidupan yang cenderung sama dengan apa yang saya alami

Ghenzoy diantara patung-patung Kurt Cobain karyanya.
Grungee Jumping. Sederhana, Senyum dan keriangan selalu nampak dari wajah pria bernama Ananta Rizky Pramudya atau akrab dipanggil dengan sebutan Ghenzoy. Pria kelahiran Kuningan 20 Maret 1989 itu dulu pernah aktif bermain musik dalam band  'Iritasi' dan 'Valium' di Kuningan dan di Cirebon Timur dengan mengusung musik bergenre Grunge .Tapi dunia musik sudah dia tinggalkan sekitar 8 tahun, dan lebih aktif dalam dunia  seni rupa khususnya seni patung.

Ketertarikannya terhadap seni patung berawal ketika memasuki perkuliahan di Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (SR UNJ). Sebelumnya, ia lebih sering melukis atau drawing. Setelah jenuh, akhirnya memutuskan untuk beralih dan menekuni media patung. Bahkan pernah membuat  Pameran Perdana Seni Patung SR UNJ. Hingga pada akhirnya, seni patung lebih membuatnya merasakan kepuasan dalam berkarya dibandingkan ketika harus melukis atau membuat drawing. Karena baginya, secara visual seni patung dapat dirasakan dari berbagai hal secara nyata, baik dari bentuk, ruang, warna maupun teksturnya.

Dalam membuat patung, bahan-bahan yang biasa digunakannya bervariatif, dari mulai kayu, resin, styrofoam, sampai koran bekas. Waktu yang di butuhkannya dalam setiap pembuatan karya patung tidak bisa ditentukan, karena dalam setiap proses berkarya kapasitas karya yang akan di buat pasti berbeda, baik dari kesulitan maupun dari ukurannya, belum lagi ditambah dengan beberpa  kegagalan. Namun, jika dikerjakan dengan intens proses pembuatan satu karya patung biasa memakan waktu satu hingga dua bulan” ujarnya.

Proses pembuatan patung Kurt Cobain
Awalnya Ghenzoy lebih sering membuat karya patung dengan visual objek wanita dan beberapa karya lainya, serta membuat objek yang berhubungan denga kesukaannya. Namun, 7 (tujuh) karya terbarunya ini lebih mevisualisasikan objek yang berhubungan dengan “Kurt Cobain dan Grunge” dan ini adalah salah satu tema yang menjadi favoritnya dalam pengerjaan karya apapun.

Namun, kadang saya merasa gelisah dan khawatir. Biasanya kegelisahan itu datang ketika saya harus ikut merasakan bahkan memasuki rongga-rongga kehidupan Kurt Cobain yang penuh dengan permasalahan. Yang kadang mempunyai cerita kehidupan yang cenderung sama dengan apa yang saya alami, dan itu kadang membuat saya khawatir akan diri pribadi saya. Tapi sejauh ini apa yang saya rasakan masih mampu saya refleksikan secara positif, dengan memuntahkan segala kegelisahan dan kekhawatiran atau mungkin kebahagiaan saya melaluai media seni, khususnya seni patung..” Ghenzoy menceritakan kegelisahan pribadinya.

Patung Kurt Cobain karya Ghenzoy terpajang dalam salah satu pameran seni rupa.

Untuk kedepannya saya sangat berharap, semoga saya tidak berhenti sampai di sini  dalam menciptakan karya seni, baik seni patung maupun seni lainnya. Dari beberapa karya yang saya buat mudah-mudahan dapat dinikmati oleh semua orang, dan mempunyai kesempatan dipamerkan di Galeri-galeri seni, baik di Indonesia maupun di Mancanegara. Yahhhh.. syukur-syukur ada yang mau ngoleksi karya saya. Tapi yang paling penting itu tetap berkarya, berdoa dan berusaha dan jalani hidup dengan asa yang menggema dalam jiwa” demikian harapan pria berperawakan kurus dan berambut gondrong ini.

Saya akan merasa senang ketika saya mampu dan berhasil merefleksikan diri saya ke dalam karya-karya saya. Dan itu cukup mewakili perasaan pribadi saya. Untuk masalah karya gimanapun kondisinya kadang saya gak peduli, yang penting saya sudah merefleksikan perasaaan saya kedalam karya tersebut”. Imbuhnya. (Interview : YY. Photos taken from Ghenzoy's facebook)