Feel Free For a Donation

Senin, 16 Maret 2015

Ngobrol Dengan Jahlo Gomes (Lajur Kiri; Matius III;II) Tentang Scene Grunge Lokal yang Harusnya Masih bisa Diselamatkan, dan Wacana Kembalinya Lajur Kiri.

"Lajur Kiri adalah cairan adrenalin dan  MTAD adalah kepalan tangan"  (Jahlo Gomes )





1. Bagaimana kabar? Apa yang anda dengarkan terakhir2 ini?

Halo mas Yoyon ,kabar baik bisa ngobrol & menjalin komunikasi dengan anda.Saya lebih banyak mendengarkan Dead Kenedys ,Danzig dan band2 DBeat seperti Wolfbrigade / Disfear mas.

2. Tentang penampilan Lajur Kiri di Clash of 99, ada apa ini, reuni, atau kebangkitan kedua?

Lajur Kiri sudah vakum hampir 10tahun, ada kesempatan dimana kita bisa reunian dan bersenang senang di acara Clash of 99, sekedar mengobati rasa rindu dengan teman-teman dan berkumpul kembali mengulang masa-masa muda ,tidak lebih. Tapi ada beberapa bahasan dari para personel untuk merekam ulang lagu-lagu lama dalam format kaset dengan recording baru, hanya sebatas wacana saja sih, disamping para personel yang susah berkumpul dan sibuk dengan aktivitas masing-masing , sepertinya akan hanya sebatas wacana saja hehehr


Penampilan Lajur Kiri di Clash of 99



3. Band baru anda, Matius III;II, anda ingin sesuatu yang baru, yang bisa memenuhi kebutuhan anda saat ini, atau apakah anda sudah menyerah di scene grunge lokal?

Proyek MTAD ( Matius 3 ayat 2 ) memang proyek serius saya ,disini kita bermain di genre Industrial punk, notabene semua personel memang menyukai punk ,dan kita sudah ada album full , konsep ini yang kita pertahankan, dan tidak ada hubungan dengan scene grunge lokal ,kita bukan bagian dari mereka secara scene ,tapi kita tetap berteman baik hehehe

4. Apakah scene grunge lokal masih bisa diselamatkan? Kalo bisa diselamatkan, langkahnya seperti apa? Kalaupun tidak, seperti apa seharusnya scene ini?

Harusnya bisa mas, mereka punya band-band yang sudah lama bertahan dan ada yang sudah mempunyai album ,seperti Sporadic Bliss ,sedangkan yang lain sepertinya masih hanya bermain main dan tidak serius, mereka harusnya mulai serius menggarap album, memasarkan merchandise, memanage scene lewat media sosial mungkin, hanya Sporadic Bliss yang masih tersisa dan bertahan ,mereka butuh dukungan dari scene sendiri ,yang notabene sekarang sudah mulai pudar ,sangat disayangkan


5. Bagaimana rasanya kembali bermain "grunge" bersama Lajur Kiri? apa ada perasaan yang sama? atau ada sesuatu yang hilang dari masa-masa tahun awal 2000an?

Sangat menyenangkan mas, meskipun dengan kondisi yang seadanya ,kita mampu membangkitkan atmosfer masa-masa muda kita dulu ,kalo sudah dalam pengaruh alkohol sepertinya jiwa kita kembali ,tapi kembali lagi kenyataannya kita tidak bisa mengulang karena kita punya aktivitas masing-masing yang mungkin lebih penting untuk keluarga hehehe Tapi kita kadang-kadang masih sering berkumpul, sebatas beer dan candaan saja.

6. Kalo anda membayangkan lajur kiri dan matius III;II adalah bagian/organ dalam kesatuan tubuh anda, maka bagian tubuh yang mana posisi masing2 band tsb dan kenapa?

Lajur Kiri adalah cairan adrenalin dan  MTAD adalah kepalan tangan ,semuanya saling berhubungan kepalan tangan kemarahan di picu oleh adrenalin yang notabene trigger untuk keberanian menyampaikan pesan di lagu-lagu kita. Seperti lagu "Bersama Api Kita Lawan" milik Lajur Kiri yang di kover ulang oleh MTAD ,semangat dan Anthem lagu ini menjadi kesatuan dalam pemberontakan.


Matius III ayat II aka MATD III;II


7 apa project paling dekat?
.
Klo saya menikah mas hehehe
(gambar emoticon jempol-red)


Kamis, 12 Maret 2015

Surabaya Kitsch Project

Artikel Sumber
“Dalam konteks ini, seni kadangkala menjadi sesuatu yang bentuknya bisa jadi tidak mudah dimengerti, tidak masuk akal, absurd, atau tidak koheren.”

Apa itu Surabaya Kitsch Project?

Menurut kamus Merriam-Webster, kata kitsch berasal dari Jerman dan mulai digunakan pada tahun 1925; namun sumber-sumber lain seperti Wikipediamenyebutkan, kata itu telah muncul dan digunakan pada akhir abad ke-19 untuk menggambarkan lukisan-lukisan ‘murahan’ yang dijajakan di pasar-pasar kota Munich dan sangat digemari oleh para OKB (orang kaya baru).

Karena asal-usul itulah, maka kata ‘kitsch’ kemudian berkonotasi sebagai sesuatu yang secara moral berada di wilayah abu-abu atau suatu tiruan atau pantomim estetis yang biasanya dikaitkan dengan upaya untuk menunjukkan status sosial seseorang.

Menurut Adorno, kitsch adalah fenomena industri budaya (culture industry) di mana seni diposisikan sebagai karya yang dibuat dan dikendalikan oleh kebutuhan pasar. Pasarlah yang menentukan apa yang disebut seni. Masyarakat hanyalah konsumen yang pasif menerima definisi itu.

Dalam konteks ini, seni kadangkala menjadi sesuatu yang bentuknya bisa jadi tidak mudah dimengerti, tidak masuk akal, absurd, atau tidak koheren.

Surabaya Kitsch Project, mencoba memaknai ulang definisi-definisi tentang kitsch tersebut secara bebas, luas, dan bersifat satire sinis terhadap definisi-definisi kitsch yang telah beredar luas dan diamini oleh banyak pelaku dan penggemar seni, melalui penampilan pembacaan prosa-prosa tidak lazim, permainan-permainan nada yang tidak semestinya, dan lain-lain seperti itu.

Surabaya Kitsch Project, digelar pada: Kamis, 26 Pebruari 2015, jam 18.00-21.30, di c2o library Jl. Cipto 20 Surabaya
Oleh Komunitas Kolektif Boneka Tanah bekerja sama dengan C2O Library & Collabtive

Menampilkan:
Thruoutin (Beijing)
Wang Shengnan (Beijing)
Methiums
Damis Halaman Pengelana
 YY Klepto Opera
Meth12
Uncletwis
Sebelum Masehi

Prepare





Uncletwis




Arya Akbara (Methiums)





Free Tea for Everyone





Wang Shengnan



Wang Shengnan and Thruoutin





Thruoutin


Kontribusi Foto : 1. Yudhistira Purwa Anugrah for Dysania Submerch
                             2. Wimar Meidisa