Feel Free For a Donation

Senin, 22 Juni 2015

Kebisingan Jalanan, Pertanyaan dan Latar Belakang

   "Jadi.. apa yang kalian lakukan sebenarnya.. mengapa kamu lakukan hal ini.. apa tujuannya"
demikian pertanyaan dari seorang Charles Esche menggugah nalar saya sore itu.

Saya bersama Charles Esche sedang mempresentasikan kebisingan jalanan yang saya sebut "Melawan Kebisingan Kota"

  
   
Grungee Jumping. Pertanyaan itu membuat saya berpikir, "what i'm really doing?", saya menikmati melakukannya, kebisingan-kebisingan yang saya lakukan bersama-sama teman, kami menyebutnya Melawan Kebisingan Kota. Kami selama ini melakukan karena senang, itu saja tanpa alasan atau penjelasan lain. Analogi untuk "melawan" yang selama ini kami gunakan, tentu saja itu nirmakna, bukan sesuatu yang urgen tentu saja.

   Dan pria bernama Benny Wicaksono, arek Suroboyo yang pada 2015 ini didapuk sebagai salah satu kurator Jakarta Bienalle 2015, dia yang mempertemukan saya dengan Charles, "penting.." itu katanya via sms. Saya dan Benny, beberapa kali kami pernah perform bareng dalam beberapa proyek kebisingan di Surabaya. dan itulah awal janji saya untuk bertemu dengan Charles Esche, direktur Van Abbemuseum, sebuah museum Seni Modern dan Kontemporer di  Eindhoven. Pria ini juga baru saja meraih penghargaan, the Best Curator Award, sebuah penghargaan bergengsi bagi para kurator seni seluruh dunia.

   "Tentang karya seni, saya lebih ke eksibisi.. apa yang hendak ditampilkan kepada publik" demikian jelas Charles, "jadi.. apa yang hendak kamu sampaikan dari melakukan kebisingan di pinggir jalanan?" "perlawanan.. fight fire with fire.." demikian jawaban saya sekenanya dan juga selama satu jam berikutnya, beruntungnya Charles lebih tertarik dengan benda-benda pembuat kebisingan daripada 'bualan' saya tentang seni, kebisingan, dan perlawanan.

   Dalam perjalanan pulang, saya tak berhenti memikirkan jawaban, apa yang sebenarnya saya cari, dan dua hari setelahnya akhirnya saya menemukan jawabannya, jawaban yang selama ini tak pernah saya sadari, tak pernah saya hiraukan... jawaban yang paling mendasar dari semua kebisingan yang saya lakukan lebih dari separuh hidup saya.

(YY)

Kamis, 11 Juni 2015

CORELATION | Bising di Ruang Sempit




CORELATION | Bising di Ruang Sempit
 14 Juni 2015
Blue Note Studio, Turen - Malang

 
Grungee Jumping. Sebuah  acara dengan mengambil tema "Bising di Ruang Sempit" digelar oleh komunitas grunge di Turen, sebelah selatan kota Malang.  

 Agus Yusi Trifirmanto biasa dipanggil Yusi, salah seorang panitia, mencoba mendefinisikan acara tersebut sebagai berikut, " CORELATION = KORELASI, maksudnya kita berharap, dengan adanya mini event total grunge ini,, bisa menunjukkan trend positif dan hasilnya bisa dinikmati. Hubungan Timbal-Balik dengan seluruh kalangan yang merupakan sebagian kecil impian kami agar karya kita bisa didengar. CORELATION  bisa juga merupakan singkatan dari, reCOrding, REunion, compiLAtion, regeneraTIon.
- Recording : event dalam ruangan /studio, tidak memungkinkan untuk dinikmati dalam bentuk visual, maka rekaman secara live, merupakan opsi, agar kreativitas dan  karya tetap terekam.
- REunion : berkumpul, adalah salah satu cara ampuh untuk menunjukkan komunitas kita ada. Dalam prakteknya, event ini, ketika satu band sedang perform dalam studio, band yang lain bisa berkumpul, share, dan sebagainya.
- compiLAtion : bahwa hasil dari record ini, akan disatukan dalam satu kompilasi. Tidak menutup kemungkinan, band yang sudah mempunyai record dan ingin andil dalam event ini, bisa mengirim filenya untuk disertakan dalam kompilasi.
- regeneraTIon : band baru, yang biasanya minder untuk perform di suatu event, bisa melakukan debutnya, melatih percaya diri, untuk support di acara yang lebih besar kedepannya".

 
Lebih lanjut mereka berharap, "Semoga dengan adanya event ini, komunitas grunge tidak akan JATUH, SAKIT, SEKARAT,MATI! Dengan BERISICK di ruang sempit, COME TOGETHER meREKAM JEJAK, Kita tunjukkan bahwa GRUNGE MAKES GOOD, NOISE IS ART, dan  KAMI TETAP ADA!" ungkap Yusi, menutup wawancara ini.


|interview by: YY



Denah menuju lokasi